VIDEO TRENDING AJP CREATIONS

7 Cara Mengarsip Mantan Dengan Baik Dan Tepat Agar Bisa Move On.


Kali ini AJP ingin membahas tentang bagaimana cara mengarsip mantan. Arsip pada dasarnya adalah sebuah dokumen yang disimpan dengan cara khusus karena memang sifatnya yang khusus pula. Jadi jika mengarsip mantan, berarti diri kita yang coba menyimpan hal-hal terkait dengan mantan itu dengan cara yang khusus pula. Hal itu karena memang seorang mantan adalah sosok orang yang mempunyai cerita khusus bersama diri kita.

1. Menyimpan dan Meletakkan Kenangan Bersama Dia di Bagian Hati yang Tepat.

Gagalnya sebuah cinta yang sempat kita idam-idamkan tentu terkadang membaut kita teringat olehnya. Hingga kita jadi bingung ketika diri kita terbersit bayangan tentangnya, atau ia yang sesekali hadir di kehidupan kita. Maka dari itu kita harus bisa mengarsip mantan kita dengan tepat, menyimpan cerita tentangnya dengan meletakkan cerita-cerita di hati itu di bagian hati yang tepat. Bagian hati yang bukan jadi prioritas utama, bagian hati yang sedikit saja. Tidak usah banyak-banyak, cukup sedikit saja agar kita bisa mengenangnya jika suatu waktu kita membutuhkannya.  

2. Menyimpan Kenangan Indahnya, Mengambil Cerita Indahnya Untuk Bekal Lebih Baik Kedepan.

Tidak apa kita menyimpan kenangan indah tentangnya. Entah orang lain akan berkata apa tentang kita, mungkin hanya mengatakan bahwa diri kita terlalu membanggakan masa lalu dan sejenisnya. Hingga ada yang berkata bahwa diri kita sulit move on. Tujuan kita menyimpan kenangan indah itu bukan untuk mencegah kita move on. Namun justru sebagai cara bagaimana diri kita akan melakukan sesuatu yang lebih baik kedepan. Jika kita bisa melakukan berbagai kenangan indah di masa lalu, tentu diri kita bisa mengusahakan hal yang sama di masa depan. Bahkan hal yang lebih indah bisa kita lakukan, kenapa tidak?

3. Menyimpan Kenangan Buruknya, Mengambil Cerita Buruknya Agar Tidak Mengulangi Kesalahan Yang Sama.

Tentu berakhirnya hubungan kita dengan dirinya ada kalanya menyisakan berbagai kenangan buruk. Bahkan mungkin sangat buruk sekali, hingga kita tidak ingin membicarakannya. Kita juga sangat malu jika harus mengatakannya kepada orang lain. Maka memang diri kita harus menyimpan cerita buruk itu juga, kita harus menyadari memang itulah dari bagian hidup kita. Sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri dari sejarah hidup kita. Akui saja bahwa diri kita pernah salah, maafkan diri kita sendiri. Agar diri kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kedepan tidak lagi ada istilah cinta-cintaan lagi, bahkan mungkin sudah enggan untuk pacar-pacaran lagi untuk mendapatkan jodoh.

4. Memusnahkan Bagian Cerita Mantan Yang Tidak Penting, Entah itu Hanya Sekadar Foto Atau Pemberian-Pemberian Lain darinya.

Tidak semua hal terkait mantan itu kita harus kita simpan. Baik itu berupa bentuk non fisik ataupun yang masih berupa fisik. Biasanya akan ada barang-barang yang akan mengingatkan kita padanya. Mungkin saja barang-barang itu adalah pemberian darinya. Kita harus menyadari sendiri, jika barang-barang itu yang membuat diri kita bersedih maka kita ikhlaskan saja untuk kita hilangkan. Bisa saja kita berikan kepada orang lain, bisa juga kita sumbangkan. Tentu ada berbagai cara agar barang-barang itu tidak membuat hati kita bersedih. Intinya jangan telalu sayang kepada barang-barang itu, agar kita bisa move on dengan baik. 

5. Jangan Meletakkan Kenangan Mantan Menjadi Prioritas Ingatan, Tempatkan Saja di Tempat yang Paling Belakang. 

Ada mungkin di antara kita yang pernah mempunyai mantan yang dianggap istimewa. Mantan yang penuh karisma luar biasa. Mantan yang begitu diidolakan banyak orang. Bisa juga mantan kita pada saat sekarang ini ia menjadi sosok yang istimewa. Entah ia jadi terkenal, jadi sukses atau sekarang menjadi sosok yang begitu menarik. Ingatlah bahwa ia hanyalah mantan kita, sebuah cerita lalu yang sekarang tidak bersama kita. Jadi jangan jadikan ia sebagai prioritas kita dalam mengistimewakan seseorang. Biarlah ia jadi daftar paling belakang yang pernah kita idolakan dan harapkan. Sekarang tentu waktunya memprioritaskan hati kita untuk hal lain yang lebih penting. Entah itu mengejar impian kita, atau memperjuangkan sosok yang memang pantas menjadi jodoh kita.  

6. Jangan Memaksa Untuk Memusnahkan, Musnahkan Saja Sewajarnya.

Tidak semua hal tentang dirinya harus kita ingat. Tidak semua cerita tentangnya harus kita bangga-banggakan. Tidak semua kisah dengannya harus kita tangisi. Musnahkan yang tidak perlu, lupakan saja yang tidak kita inginkan. Terkadang memang sulit, sulit itu karena mencoba memaksa memusnahkannya. Biarlah proses melupakan itu berlalu dengan sendirinya. Tidak usah dipaksakan, lalui saja hari yang sekarang itu dengan sewajarnya. Suatu saat juga akan lupa sendiri, jika tidak lupa itu juga wajar saja. Hal itu karena memang hati dan pikiran kita itu bukan seperti tumpukan kertas yang mudah kita bakar atau kita buang. Terpenting kita melakukannya dengan santai, menikmati alur untuk tetap berjalan kedepan.

7. Jadikan Ia Hanya Sekadar Arsip, Bukan Barang Antik Yang Harus Kita Jaga Selalu.

Ingatlah bahwa ia adalah mantan, suatu saat kita akan benar-benar melupakannya. Ingatan tentanganya suatu saat akan menjadi arsip yang harus dimusnahkan. Kenangan bersamanya bukan barang antik yang harus kita jaga selalu. Ada waktunya arsip tentangnya menjadi kadaluarsa. Tidak baik kita menyimpan sesuatu yang kadaluarsa. Hati dan hidup kita harus kita persiapkan untuk menyimpan cerita-cerita baru. Ada perbaikan yang harus kita lakukan. Jika kita berharap jodoh yang baik, maka kita harus menjadi orang yang baik pula. Jangan belenggukan hati untuk mengurusi hal ikhwal terkait mantan. Ada kalanya diri kita mulai mempersiapkan diri menjadi orang yang baik. Bukankah kita inginkan mendapatkan jodoh terbaik untuk diri kita?


0 Response to "7 Cara Mengarsip Mantan Dengan Baik Dan Tepat Agar Bisa Move On."

Post a Comment

BERLANGGANAN GRATIS VIA EMAIL

Dapatkan Artikel Terbaru Dari AJP Creations Melalui Email Anda. Jangan lupa cek kotak masuk di emailnya untuk mengaktifkan fitur pengiriman, setelah klik berlangganan di bawah ini.