Aku Bagimu Seperti Ibarat "Kembang Tebu Sing Kabur Kanginan"



Pernahkan kita mengharapkan seseorang. Seseorang yang telah membuat sebuah perasaan yang istimewa tumbuh di hati kita. Perasaan yang kita harapkan menjadi indah k edepannya. Menjadi sesuatu yang sangat berharga dan tidak membuat diri kita kecewa terlupakan. Namun memang seiring berjalannya waktu, kita baginya sedikit demi sedikit terlupakan. Pelan dan semakin pelan teracuhkan. Hingga memang diri ini hilang dari jangkauannya untuk sekian lam. Kita baginya seperti sebuah ibarat "Kembang Tebu Sing Kabur Kanginan". Sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa, yang artinya adalah seperti bunga tebu yang hilang diterpa angin.

Bunga tebu, sebuah bunga yang berwarna putih tepat berada di ujung tumbuhnya tebu. Sering kali dibawa oleh anak-anak untuk bermain. Seorang anak yang teramat bahagia membawanya. Seperti itulah kiranya seseorang telah membawa kita ke dalam dunianya. Dia begitu nampak bahagia dengan hadirnya kita. Sang anak berlari-lari penuh kegirangan dengan memegang bunga tebunya. Seperti itulah ketika seseorang itu nampak begitu bahagia mengajak kita menghabiskan banyak waktu. Bercanda tawa, bersendau gurau, atau sampai saling bertukar cerita tentang hidup kita. Seolah ada momen saling mendengar dan hal itu terasa mendamaikan. Membuat kita berharap, momen itu akan berlangsung selamanya. Bahkan berharap menjadi semakin indah, karena tumbuhnya perasaan cinta dan ingin bersama. Pernah terasa sebuah harapan untuk menjadi jodohnya. Ada bayangan-bayangan indah ketika bersamanya, ketika bisa hidup bersama selamanya dengan dirinya.

Waktu akhirnya menjawab sedikit demi sedikit. Saking senangnya sang anak berlarian kesana kemari, walau terkadang hanya berjalan sambil mengayunkan bunga tebu dalam genggaman tangannya. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit rangkaian bunga-bunga tebu
dalam batangnya itu pudar tertiup angin. Sedikit demi sedikit terbang ke langit. Sang anak pun senang pada awalnya, terlihat seperti buih-buih putih yang berterbangan ke langit. Hingga tidak lama kemudian, bunga tebu yang di pegangnya hanya menyisakan batang bunga. Tidak ada lagi warna putih rangkaian bunga yang masih menancap di batangnya. Bunga tebu itu telah tertiup angin, seiring ia membawa lari kesana kemari. Hingga akhirnya bunga tebu itu sudah tidak lagi menarik baginya. Batang bunga itu pun akhirnya dibuangnya, tergeletak di atas rerumputan teracuhkan.


Waktu telah memberikan sebuah pemandangan bagi kita tentang dirinya. Kita yang akhirnya sedikit demi sedikit terlupakan. Terhempas angin-angin yang menerpa diri kita. Ada orang-orang baru yang ada di sekelilingnya. Akhirnya entah mulai sejak kapan tidak ada lagi yang tersisa, seolah kita sudah teracuhkan baginya. Pelan namun pasti, pelan namun pasti akhirnya diri kita teracuhkan dan tidak terperhatikan. Tidak ada lagi canda tawa yang terdengarkan. Tidak ada lagi perhatian yang sering kita dengar. Harpan kita akhirnya pudar seiring berjalannya waktu. Kita sudah bukan orang yang penting lagi baginya. Kita kecewa, namun bagaimana lagi memang seolah kita sudah tidak begitu berarti baginya. Kita hanya bisa menyadari hal itu, mencoba kuat dan tidak patah semangat. Kita harus percaya, mungkin kita baginya adalah seperti sosok kembang tebu sing kabur kanginan. Namun itu hanya tentang dia, masih ada sosok lain yang siap bersama kita. Sosok yang akan menjadikan kita sebagai bunga yang akan ia rawat dalam taman miliknya. Kita mungkin bisa menganggap semua yang telah kita alami sebagai sebuah pengalaman yang berharga, agar kedepan lebih berhati-hati untuk menaruh harapan. Agar harapan yang tumbuh akan menjadi kisah bahagia, bukan seperti bunga-bunga yang hilang hanya karena tertiup angin.

0 Response to "Aku Bagimu Seperti Ibarat "Kembang Tebu Sing Kabur Kanginan""

Post a Comment

BERLANGGANAN GRATIS VIA EMAIL

Dapatkan Artikel Terbaru Dari AJP Creations Melalui Email Anda. Jangan lupa cek kotak masuk di emailnya untuk mengaktifkan fitur pengiriman, setelah klik berlangganan di bawah ini.